Sunday, December 25, 2011

Wanita dan Percikan Api

Kadang wanita ingin dibilang beda tapi di waktu yg demikian ingin pula disamakan dalam segi perasaan.
Wanita itu seperti percikan api. Ia akan mendatangkan manfaat besar bila menyulut tumpukan kayu bakar di tungku masak. Namun bila percikan tersebut mengenai tumpahan bensin di kamar rumahmu, itu yang berbahaya. Intinya? Penempatan potensi.

Kesaksian dari Sebuah Kata Sukses


Jembatan Itu Kian Rapuh

Sadar atau tidak, keadaan kita saat ini seperti berdiri di atas jembatan yang rapuh namun menipu. Kita mungkin bisa menari dan berjalan dengan santai. Jurang menganga di bawah tak terlihat karena tertutup kayu lapuk. Sedikit saja empasan dari ujung akan mendorong kita sehingga terjun ke dasar jurang tanpa sempat menengadah meminta pertolongan.



Saturday, December 24, 2011

Bu, Anakmu Sudah Besar

Ini bukanlah satu-satunya jalan yang Allah berikan padaku. Masih ada banyak hal ini dan itu yang seharusnya bisa kusampaikan padanya. Kusampaikan rasa cintaku yang sangat dalam ini. Padanya yang tak pernah sungkan menghapuskan tetesan peluh, menimang, menjagaku dengan seluruh jiwa raganya.

Perhiasan Duna


Friday, December 23, 2011

Ah, Namanya Juga Perempuan!

(Sebuah Otokritik, Antara Fitrah dan Kelemahan)

Jendela 1
Dalam suatu kajian umum LDK di masjid, barisan akhwat dan ikhwan dipisahkan oleh sebuah hijab yang terjulur dari tempat imam sampai ke belakang. Saat itu pembicara (yang kebetulan ketua LDK itu sendiri) sedang membahas sebuah potret kehidupan mahasiswa muslim. Ketika kajian tengah berlangsung, beberapa dari pihak ikhwan berkomentar antar sesamanya karena suara gaduh yang bersumber dari balik hijab.
“Akh, kok berisik?” kata ikhwan 1 kepada rekannya.

Adidaya Pengangguran dan Mahasiswa


Angka pengangguran di Indonesia pada Agustus 2008 mencapai 9,3 juta jiwa atau 8,9% dari total angkatan kerja. Survei yang dilakukan oleh Badan Statistik Indonesia ini menjelaskan bahwa pengangguran didominasi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan sebesar 17,26% dari jumlah penganggur. Kemudian disusul oleh lulusan Sekolah Menengah Atas (14,31%), universitas (12,59%), diploma (11,21%), baru lulusan SMP (9,39%) dan SD ke bawah (4,57%).

Masih Adakah Ruang Kosong Untuk Kami?

Masih adakah tempat yang mau menampung kami?--Bagaimana rasanya harus menelanjangi kaki sambil berjalan mondar-mandir memungut sampah, naik-turun angkot untuk nyanyi, atau bahkan hujan-hujanan jadi ojek payung? Hah, susah membayangkannya! Yap, memang susah. Apalagi mengalami sendiri.

Negeri Tak Berpemuda

Negeri Tak Berpemuda, adalah negeri yang tak memiliki siapa-siapa ketika kondisi pendidikannya terpuruk ironi
Negeri Tak Berpemuda, adalah negeri yang tak memiliki siapa-siapa ketika seluruh bangsanya sedang terjajah penyakit pergerakan hati
Negeri Tak Berpemuda, adalah negeri yang tak memiliki siapa-siapa ketika peperangan antar saudara terjadi di pelosoknya